

“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” (Roma 1:16)
Bacaan : Roma 1:8-17
Apa itu motivasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, kata “motivasi” dapat berarti dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Contoh, seorang pelajar mau pergi ke sekolah karena ada keinginan untuk mencari ilmu dan menjadi orang yang pandai. Jika demikian, maka untuk melakukan penginjilan pun kita membutuhkan motivasi.
Dalam artikelnya “Motivasi Memberitakan Injil”, Pdt. DR. Stephen Tong menguraikan motivasi yang murni dalam penginjilan: (1) Kehendak Allah. Kehendak Allah adalah unsur yang menentukan eksistensi dari segala sesuatu. Tidak ada hal lain yang lebih besar dari kehendak-Nya; (2) Pengutusan Kristus. Setelah Tuhan Yesus menang atas kuasa maut, Dia mengutus gereja-Nya untuk memberitakan Injil; (3) Dorongan Kasih Kristus. Kasih Allah dalam Kristus telah mendorong banyak orang percaya di sepanjang zaman rela menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah untuk memberitakan Injil; (4) Perasaan Berhutang. Perasaan berhutang Injil selalu mendesak rasul Paulus memberitakan Injil kepada manusia dari lapisan mana saja (lih. Rm. 1:14); dan (5) Pengharapan Manusia. “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Mat. 24:14). Tuhan Yesus akan datang kembali. Apakah yang harus dilakukan setiap orang percaya yang mengharapkan kedatangan Tuhan kembali? Menyucikan diri dan menyelesaikan pekerjaan-Nya melalui pemberitaan Injil.
Motivasi yang murni dalam penginjilan terlihat jelas dalam kehidupan dan pelayanan rasul Paulus, terlebih dalam tugas pemberitaan Injil. Kehendak Allah menjadi patokannya dalam bertindak (ay. 10). Ia tahu Tuhan mengasihi semua orang (ay. 13b); kasih Kristus begitu luar biasa dalam hidupnya sehingga mendorongnya untuk berbagi kasih Allah dengan orang lain (ay. 14); hanya Injil Yesus Kristus yang dapat menyelamatkan orang berdosa (ay. 16) karena Injil menyatakan kebenaran Allah bahwa hanya dengan beriman kepada Yesuslah orang berdosa dibenarkan (ay. 17). Oleh sebab itulah, ia begitu giat melakukan tugas pemberitaan Injil (ay. 9, 10, 13, 15). Bagaimana dengan kita? Sudah tepatkah motivasi kita dalam melakukan tugas pemberitaan Injil? (Bo@)
“Beritakan Injil Dengan Motivasi Yang Murni!”
A lo largo de las décadas, Viagra se ha usado ampliamente para tratar la disfunción eréctil en los hombres.