Perjumpaan Yang Penting
05/01/2021
Relasi Yang Dipersiapkan
07/01/2021

Relasi Karena Hati

Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan, Allahmu, selain dari takut akan Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,” (Ulangan 10:12)

Bacaan : Ulangan 10:12-22

Di sebuah kota yang memiliki tim basket kesayangan merasakan sukacita yang besar, karena tim basket mereka menjadi juara nasional di tahun tersebut. Ketika diadakan penyambutan dan acara syukuran atas keberhasilan tim basket tersebut, maka sepanjang jalan yang akan dilalui telah penuh dengan lautan manusia. Tidak hanya di jalanan, di stadion yang menjadi markas latihan tim tersebut juga sudah penuh dengan pendukung mereka. Para penduduk kota itu sangat antusias menyambut dan bersorak gembira atas kemenangan tim basket idola mereka. Ketika kendaraan terbuka yang mengangkut para pemain dan pelatih basket melewati para pendukung, terdengar sorak-sorai dan pujian yang membahana. Terlebih lagi saat iring-iringan itu sampai di stadion, para pemain dan pelatih yang memasuki stadion disambut dengan sorakan serta sambutan yang sangat meriah. Para pendukung, pemain, pelatih, dan pemilik tim basket terhanyut dalam emosi sukacita yang tak terkira. Meskipun tidak ada pertandingan yang disajikan, mereka sepakat menyatakan bahwa ini momen yang luar biasa. Kemenangan yang disambut dengan rasa sukacita dan cinta yang keluar dari lubuk hati terdalam dalam kebanggaan.

Jika para pendukung dan pemain basket bisa begitu larut dalam sukacita, bagaimana perasaan anggota jemaat dan simpatisan ketika beribadah kepada Tuhan? Apakah ada rasa syukur dan sukacita, saat datang dalam kebaktian menyambut serta menyembah Tuhan? Perikop kitab Ulangan 10:12-22 yang kita renungkan hari ini, mendorong setiap umat Tuhan untuk taat dan bersyukur kepada Tuhan. Umat diperintahkan agar memiliki hati yang takut, taat, dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati serta jiwa. Umat diingatkan bahwa Tuhanlah yang empunya langit, Allah yang besar, kuat, dan dahsyat. Tuhan adalah pokok puji-pujian yang telah melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat dalam kehidupan mereka. Jikalau, ada umat Tuhan yang tidak merasakan kehadiran Tuhan dan kehilangan sukacita saat beribadah di masa pandemi Covid-19 ini. Sejatinya, perlu refleksi yang lebih mendalam; masih adakah hati yang takut, taat, dan cinta kepada Tuhan dalam ibadah mereka? Masih adakah ucapan syukur dan kebanggaan atas kasih setia Tuhan? (NLU)

Relasi Yang Dibangun Dan Diikat Dalam Hati, Tidak Pernah Kering Dan Mati