Penghargaan Terhadap Pengorbanan Kristus

Lekat Bersekutu Untuk Menghadapi Tekanan Dan Penyesatan
18/05/2020
Saling Memperhatikan
20/05/2020

Penghargaan Terhadap Pengorbanan Kristus

“Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,” (Ibrani 10:19)

Bacaan : Ibrani 10:19-21

Dalam renungan SABDA kemarin, kita belajar satu alasan dari dua alasan yang melatarbelakangi surat kepada orang Ibrani. Hari ini kita akan belajar tentang alasan kedua dari penulisan surat kepada orang Ibrani. Alasan kedua mengapa penulis surat menuliskan suratnya kepada orang Ibrani adalah berkaitan dengan posisi penerima surat di hadapan Allah. Secara tata bahasa nasihat yang terlulis dalam pasal 10 ayat 24-25 merujuk balik pada pasal 10 ayat 19 sampai ayat 21. 10:19 “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,” 10:20 “karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,” 10:21 “dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.” 10:22 “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni“. Karena jalan masuk kepada Allah melalui ibadah telah dibuka oleh darah Kristus yang sempurna (10:19-21), kita harus menghadap Allah dengan keberanian dan kesucian (10:22), memegang teguh iman kita (10:23), dan mengembangkan persekutuan secara tepat (10:24-25).

Jalan masuk kepada Allah melalui ibadah telah dibuka oleh darah Kristus. Jika sebelumnya jalan masuk kepada Allah tertutup oleh dosa manusia, kini sudah dibuka oleh darah Kristus yang sempurna. Oleh karena itu jangan sia-sakan pengorbanan Kristus. Jangan jauhkan diri dari ibadah bersama-sama dengan umat Allah. Hari ini, melalui latar belakang kedua ditulisnya surat kepada orang Ibrani, khususnya latar belakang pasal 10 ayat 24 dan 25, kita mengetahui bahwa ibadah bersama dengan umat Allah adalah wujud dari penghargaan terhadap pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Ketika pandemi corona berlalu, mari kita kembali hadir dalam ibadah bersama di gereja, bersekutu dengan Allah dan dengan saudara-saudara seiman sebagai wujud syukur dan penghargaan atas pengorbanan Kristus di kayu salib. (AP)

“Lekat Bersekutu Adalah Wujud Penghargaan Terhadap Pengorbanan Kristus”