Hidup Orang Pilihan

Manusia Duniawi
13/05/2014
Ibadah yang Benar
13/05/2014

Hidup Orang Pilihan

“Kamulah bangsa yang terpilih…”
(I Petrus 2:9)

Kacamata adalah sebuah benda yang sangat akrab bagi kita, terutama
bagi yang memiliki gangguan fungsi mata. Bagi sebagian orang, kacamata adalah
sebuah benda yang sangat bernilai. Berikut ini adalah ungkapan hati seseorang
tentang kacamatanya: “Kacamata saya adalah sebuah benda yang spesial bagi
saya. Saya sangat menghargainya dan merawatnya karena besar manfaatnya
bagi saya. Memang kacamata saya tampak seperti kaca biasa, tetapi bukan kaca
jendela, atau kaca stoples tempat kue. Leburan kaca yang dicetak untuk menjadi
lensa kacamata saya adalah leburan kaca yang dipilih secara khusus agar
mencapai tujuan pembuatannya, yakni membantu saya untuk memiliki
penglihatan yang lebih baik.”
Senada dengan ungkapan hati seseorang tentang kaca matanya, bacaan
Alkitab hari ini juga mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang dipilih. Dari
sekian miliar orang yang hidup di dunia ini, Allah sendiri memilih kita secara
khusus untuk menjadi UmatNya yang wajib “memberitakan perbuatanperbuatan yang besar dari Dia” (1Petrus 2:9). Apabila kita telah dipilih
sedemikian rupa oleh Allah, maka sudah seharusnya kita menjalani hidup
anugerah Tuhan sebaik mungkin dengan menggunakan segala talenta yang Dia
anugerahkan. Jangan sampai kita berpikir bahwa kita cukup menjalani hidup yang
biasa-biasa saja. Dengan kesadaran sebagai orang pilihan dan tekad untuk
melakukan yang terbaik, kita dapat mencapai tujuan mengapa kita diciptakan,
dan tidak sekadar menjadi “kaca biasa”.
Tuhan menginginkan kita selalu melakukan yang terbaik. Apabila kita
seorang pekerja, biarlah kita menjadi pekerja yang terbaik. Bila kita seorang
pelayan Tuhan, biarlah kita menjadi pelayan Tuhan yang terbaik. Bila kita seorang
pelajar, biarlah kita menjadi pelajar yang terbaik. Bila kita seorang ibu rumah
tangga, biarlah kita menjadi ibu rumah tangga yang terbaik. Selamat berjuang
untuk mengisi hari ini dan hari-hari kedepan dengan karya terbaik yang bisa kita
persembahkan kepada Tuhan yang telah memilih kita. (AP)