

“… haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 6:7)
Bacaan : Ulangan 6:6-9
Pernahkah Saudara mendengarkan pameo yang berbunyi: “Orang Miskin Dilarang Sekolah di Sekolah Kristen”, atau “Sekolah Katolik Hanya Bagi Orang Kaya”? Terlebih lagi ketika kebijakan sekolah geratis diberlakukan, pameo-pameo tersebut semakin sering terdengar. Pameo adalah sindiran yang menjadi buah mulut orang atau perkataan yang lucu untuk menyindir dan sebagainya. Benarkah pameo -pameo tersebut? Apa yang sebenarnya terjadi? Pendidikan gratis telah diberlakukan bagi siswa SD dan SMP di Indonesia. Hal itu hanya berlaku bagi siswa sekolah negeri dan tidak berlaku bagi siswa sekolah swasta. Sekolah swasta, termasuk sekolah-sekolah Kristen dan Katolik harus memutar otak agar kehidupan pendidikan Kristen tetap bisa berlangsung.
Salah satu cara yang ditempuh agar sekolah-sekolah Kristen dapat tetap beroperasi adalah dengan menerapkan subsidi silang antar siswa dan antar sekolah se-yayasan. Dalam sebagian besar sekolah Kristen, besarnya SPP yang diberlakukan terhadap satu anak berbeda dengan anak yang lain. Anak yang berasal dari keluarga yang berada, dikenakan SPP yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang sederhana. Standar SPP di sekolah-sekolah Kristen yang terletak di daerah perkotaan lebih tinggi dibanding dengan stadar SPP di sekolah-sekolah Kristen se-yayasan yang ada di pinggiran atau pelosok. Itu semua dilakukan dalam rangka saling membantu, saling mensubsidi. Yang kuat menopang yang lemah. Itulah subsidi silang.
Ketika kita diberikan berkat yang cukup untuk menyekolahkan anak-anak kita di sekolah-sekolah Kristen, jangan ragu untuk terlibat dalam program subsidi silang. Allah kita adalah Allah yang peduli terhadap pendidikan umatNya. Tuhan menyerukan agar setiap orangtua mengajar anaknya berulang-ulang tentang perintah-Nya. Marilah kita tunjukkan kepedulian kita terhadap keberlangsungan kehidupan sekolah-sekolah Kristen dengan ikut serta dalam program subsidi silang. Jadilah berkat bagi siswa lain atau bagi sekolah Kristen lain, sehingga pendidikan Kristen dapat terus bertahan bahkan terus berkembang. (AP)
“Terlibat Dalam Subsidi Silang Adalah Wujud Kepedulian Terhadap Keberlangsungan Pendidikan Kristen”