Penampakan Yesus Memulihkan Hubungan

Penampakan Yesus Meneguhkan Iman
23/04/2020
Penampakan Yesus Dan Misi Kristen
25/04/2020

Penampakan Yesus Memulihkan Hubungan

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh. 21:17)

Bacaan : Yohanes 21:15-19

Tak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah gagal. Rasul Petrus pun pernah mengalaminya. Tindakannya yang paling fatal adalah ketika ia menyangkal Yesus hingga tiga kali padahal sebelumnya ia berkata: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” (Mat. 26:33). Ia tidak dapat mempertahankan kesetiaannya.

Namun semenjak kebangkitan, kenaikan Yesus, dan turunnya Roh Kudus, rasul Petrus mengalami perubahan hidup. Di beberapa pasal di Kisah Para Rasul, dicatat bagaimana Petrus secara teratur hadir di Bait Allah, berdoa, dan memberitakan Injil (Kis. 3). Ia penuh Roh Kudus yang membangkitkan keberaniannya dan ia memenangkan tiga ribu jiwa (Kis. 2). Jika dahulu rasul Petrus menyangkal Yesus karena ia takut, maka sesudah Pentakosta, Petrus berkhotbah dengan berani di hadapan tua-tua Yahudi, ahli-ahli Taurat, dan Imam Besar (Kis. 4). Ia pun melakukan banyak mukjizat. Ia membangkitkan Dorkas (Kis. 9:40). Kuasa Tuhan bekerja di dalam diri rasul Petrus secara luar biasa.

Pengalaman rasul Petrus ini membuktikan bahwa Tuhan dapat memulihkan, mengubahkan, dan memakai siapa saja yang mau bertobat dan sungguh-sungguh percaya kepada-Nya. Danau Tiberias menjadi saksi Tuhan Yesus memulihkan rasul Petrus.

Saya sepakat dengan Wycliffe yang menyatakan bahwa perikop Yohanes 21:15-19 ini lebih tepat membahas pemulihan rasul Petrus dalam kaitan kepemimpinannya (pemulihan rasul Petrus dalam arti diampuni kemungkinan besar terjadi di Lukas 24:34 yang mencatat Yesus menampakkan diri kepada Simon). Kepemimpinan seorang murid yang pernah berbuat salah nyaris mustahil diterima pada hari-hari mendatang, baik oleh rasul Petrus maupun oleh rekan-rekan rasul lainnya apabila tidak ada petunjuk tertentu dari Kristus. Yesus menunjukkan dan membuktikan diri-Nya sebagai Gembala Agung ketika Ia menjamah hati Simon supaya ia kembali layak disebut Petrus. Kalimat Yesus di akhir perikop: “Ikutlah Aku” menegaskan pembaharuan dan peneguhan kembali panggilan kepemimpinan Petrus untuk menggembalakan domba-domba Kristus (band. Mat. 4:19-20). (Bo@)

“Pemulihan Dari Tuhan Itu Mengampuni, Memperbaharui, Dan Memperlengkapi Kita Untuk Masuk Ke Dalam Rencana-Nya”