Bernyanyilah Bagi Tuhan
23/01/2021
Mendekat Kepada Sang Kalam
26/01/2021

Disucikan Sang Kalam

“Betapa lebihnya darah Kristus yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Ibrani 9:14)

Bacaan : Ibrani 9:11-14

Banyak jalan menuju Roma adalah salah satu pepatah yang sangat terkenal dan mungkin saja sering kita dengar. Pepatah ini memiliki arti bahwa ada banyak cara untuk mencapai suatu tujuan. Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu masalah. Oleh sebab itu, kita tidak boleh berhenti pada satu cara saja. Biarlah kita mencoba begitu banyak cara untuk dapat sampai ke tujuan. Contohnya: ada banyak cara untuk menyelesaikan soal penjumlahan matematika yang penting hasil akhirnya adalah 4. Apapun cara boleh digunakan selama itu menghasilkan nilai akhir 4. Ada banyak rute perjalanan untuk sampai ke Jakarta. Semua rute boleh digunakan asalkan tujuan akhir rute itu adalah Jakarta.

Akan tetapi, pepatah banyak jalan menuju Roma itu tidak dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah dosa manusia. Menyelesaikan masalah dosa manusia tidak sama seperti menyelesaikan permasalahan soal matematika. Masalah dosa manusia tidak dapat diselesaikan dengan cara melakukan perbuatan baik. Manusia tidak bisa diselamatkan dengan memberikan korban bakaran di gunung kepada allah yang tidak dikenal.

Hanya ada satu jalan dan satu cara untuk menyelesaikan masalah dosa manusia yaitu pengorbanan Kristus di salib. Karya keselamatan yang dikerjakan Yesus di atas kayu salib yang menjadi satu-satunya jalan agar manusia tidak binasa akibat dosa. Tidak ada jalan lain di luar Yesus. Karya keselamatan itu memulihkan relasi kita manusia berdosa dengan Allah yang sebelumnya rusak sekarang menjadi dekat. Sekarang kita dapat membangun persekutuan yang karib dengan Allah. Darah Kristus juga telah menyucikan hati kita sehingga kita dapat beribadah dan datang kepada Dia. Sekarang kita memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk menghampiri dan menikmati kehadiran Allah, karena kita telah dilayakkan-Nya. Bersyukur untuk anugerah keselamatan yang kita terima. (KGY)

Banyak Jalan Menuju Roma, Tetapi Hanya Kristus Jalan Menuju Keselamatan